Saturday, 28 February 2015

Implementasi Perancangan Strategi IT dan Strategi Bisnis untuk Meningkatkan Bisnis Value

Pendahuluan
Tulisan ini mendiskripsikan mengenai review jurnal yang bertujuan untuk memahami lebih dalam mengenai perancangan IT strategic pada perusahaan. Jurnal pertama berjudul Developing Information Technology Strategy for Business Value yang tulis oleh Heather A. Smith, James D. Mckeen, dan Satyendra Singh pada tahun 2007. Jurnal kedua berjudul Research on the Matching of IT Strategic Planning and Business Strategy yang di tulis oleh Niu Yujie dan Wang Xindi pada tahun 2010. Penjelasan kedua jurnal akan di bahas lebih lanjur pada bagian selanjutnya. Dengan ini diharapkan kita akan memahami apa keuntungan dari IT strategi, proses apa saja yang harus kita lakukan, tantangan apa saja yang kita hadapi, dan lainnya.

Pembahasan Jurnal Pertama
Jurnal pertama yang berjudul developing Information Technology Strategy for Business Value milik (Smith, Mckeen, & Singh, 2007) membahas mengenai bagaimana membangun sebuah IT strategi yang tidak hanya membantu dalam menghasilkan dan  meningkatkan bisnis value pada sebuah perusahaan tetapi juga dapat mendukung dan di dukung oleh strategi bisnis sebagai suatu aspek yang kritikal bagi perusahaan.
Berlandaskan kondisi perubahan bisnis yang terus berevolusi (Smith, Mckeen, & Singh, 2007) melakukan metodologi penelitian fokus group. Hasil dari penelitian ini adalah terbentuknya lima kritikal sukses faktor yang perusahaan harus pertimbangkan dalam membangin sebuah IT strategy, lima practice dan tantangan yang akan di hadapi dalam membangun IT strategi yang efektif.
Dalam metode penilitian fokus group ide atau solusi dari permasalahan dapat didiskusikan dengan group yang berpartisipasi. Metode penelitian ini sangat berguna untuk mendapatkan informasi umum mengenai latar belakang dari topik yang akan di bahas, menghasilkan hipotesa untuk penelitian selanjutnya, membangun ide baru mengenai permasalahan yang ada, mempelajari pemahaman individual, dan menafsirkan hasil quantitavie yang telah di dapat (Smith, Mckeen, & Singh, 2007). Senior IT manager dari 15 perusahaan yang berbeda diundang untuk menghadiri sesi fokus group dan mereka semua datang dari backgroud yang berbeda. Peserta mewakili konsultan, manufaktur, asuransi, perbankan dan finansial, pemerintahan, retail, telekomunikasi, otomotif, dan institusi farmasi. Pembahasan dilakukan seputar proses yang digunakan dalam membangun IT strategi di perusahaan, bagaimana mereka mengasosiasikan IT strategi dengan strategi bisnis  dan seberapa baik senior bisnis manager memasukkan ITdalam perancangan strategi bisnis. Penelitian ini juga tidak hanya bergantung pada data yang telah dikumpulkan melalui diskusi, tetapi juga menggunakan data  yang diambil dari website perusahaan  untuk memperkuat hasil penelitian  (Smith, Mckeen, & Singh, 2007).
Dari penelitian yang telah dilakukan ada lima faktor yang perlu diperhatikan dalam mengembangkan IT strategi yang efektif yaitu revisit your business model, adopt strategic themes, get the right people involved,work in partnership with the business, dan balancing IT investment Opportunities (Smith, Mckeen, & Singh, 2007). Berikut penjelasan secara rinci:

  • Revisit your Business Model: Pemahaman IT managers dan bisnis managers mengenai model bisnis dan strategi bisnis harus di perjelas. Model bisnis menjelaskan bagaimana setiap bagian bisnis yang berbeda dapat menjadi sebuah kesatuan yang mempermudah semua anggota perusahaan dalam mencapai value perusahaan dengan persepsi yang sama. Apabila model bisnis telah jelas, maka strategi bisnis dapat di bangun untuk menghasilkan value perusahaan yang diinginkan.
  •  Adopt Strategy Themes: Dalam mempermudah manager melakukan pelacakan terhadap project dan strategi yang perusahaan buat, strategi IT tidaklah menjadi project perseorangan lagi melainkan berfokus pada pengembangan program kemampuan bisnis yang spesifik. Setiap program terdiri dari banyak bagian kecil yang saling berkaitan.
  • Get the Right People Involved: Dalam mendapatkan orang yang cocok dalam melakukan pengambilan keputusan dan terlibat dalam IT strategy sangatlah sulit. Maka dari itu didirikanya posisi Account Manager di IT untuk mempelajari bisnis dan memberikan usulusan terhadap pengembangan IT untuk memanfaatkan peluang bisnis secara maksimal.
  • Work in Partnership with the Business: Demi mendapatkan keputusan yang strategis dan sukses, maka diperlukan sebuah partnership dalam bidang IT dan bisnis. Dan ini tidak hanya pada tingkatan high level, melainkan juga diperlukan sampai ke tingkat individu.
  •  Balancing IT Investment Opportunities: Teknologi dapat digunakan dalam berbagai cara dan secara tidak langsung dapat dikatakan memiliki kemungkinan yang tak terbatas, tetapi berbeda dengan sumber daya yang kapasitasnya terbatas. Seperti contoh dana perusahaan. Maka dari itu salah satu kunci elemen dari strategi IT adalah dengan menentukan bagaimana yang terbaik dalam mengalokasikan dana IT yang ada.
Group yang mengikuti diskusi menjelaskan pada biasanya mereka akan menghadapi lima tipe dari peluang dalam IT investment yang akan berguna untuk bisnis strategi kedepan. Kelima peluang tersebut adalah business improvement, business-enabling, business opportunities, opportunity leverage, dan infrastructure. Berikut penjelasan secara rincinya (Smith, Mckeen, & Singh, 2007):
  • Business improvement: Proses rekayasa ulang merupakan sebuah investasi yang memiliki resiko investasi rendah dengan jangka payback yang relatif cepat. Dilakukan untuk membantu perusahaan dalam mempersingkat proses dan menghemat uang dengan cara menghilangkan bagian, menduplikasi aktivitas, atau memperdayakan pemasok/konsumen untuk mengelola transaksi secara mandiri dengan perusahaan.
  • Business-enabling: Investasi yang dilakukan pada bagian ini bisa di pertimbangkan sebagai investasi informasi yang merubah atau memperpanjang cakupan bagaimana perusahaan melakukan bisnis. Hal ini membantu perusahaan untuk lebih fokus terhadap top-line atau pertumbuhan pendapatan perusahaan.
  • Business opportunities: Merupakan sebuah investasi yang dilakukan karena perkembangan IT yang sangat cepat dan membuat IT perusahaan saat ini menjadi ketinggalan jaman, maka dari itu di perlukan sebuah experimen IT untuk mempelajari kondisi IT saat ini dan melakukan persiapan untuk masa depan.
  • Opportunity Leverage: Investasi yang memanfaatkan keuntungan strategi yang ada dan mengoptimalkan penggunaannya dengan meningkatkan operasionalnya.
  • Infrastructure: fokus terhadap pemanfaatan hardware, software, middleware, komunikasi, dan data yang tersedia yang mempengaruhi kapsitas perusahaan dalam membangun kapabilitas dan respon terhadap perubahan.
Setiap perusahaan membutuhkan strategi yang berbeda dan tidak ada yang memiliki jawaban pasti akan strategi apa yang paling benar. Tetapi beberapa perusahaan yang ada di group diskusi mencoba cara untuk menjadi lebih dinamik dengan menghubungkan IT strategi dengan bisnis strategi. Berawal dari itu beberapa practice pun teridentifikasi yang membantu perusahaan dalam bergerak mendekati tujuan tersebut.

  • “Rolling” Planning and Budget Cycles: IT plans dan budget membutuhkan perhatian yang lebih. Seperti melakukan review dan update setiap tiga bulan sekali untuk menjaga keuangan.
  • An Enterprise Architecture: Merupakan sebuah blueprint yang terintegritas untuk pengembangan perusahaan baik itu dari sisi bisnis maupun IT. Apabila arsitektur terlalu birokratis, maka akan berpotensial sebagai hambatan bagi perushaan.
  • Different Funding “Buckets”: Dalam melakukan pengimbangan antara pengembalian jangka pendek dan kepentingan perusahaan dalam jangka panjang adalah tantangan yang besa. Maka dari itu teknik portofolio dalam investasi IT sangatlah penting.
  • Account or Relationship Managers: Menunjuk akun manager untuk bekerja lebih dekat dengan proses bisnis. Manager ini membatu pimpinan bisnis untuk mengobservasi linkungan mereka secara sistematis dan mengindentifikasi peluang bisnis yang baru untuk IT agar bisa menjadi lebih efektif. Secara bersamaan akun manager dapat mengindentifikasi keterkaitan dan ketergantungan antara proses bisnis. 
  • A Prioritization Rubric: Melakukan prioritisasi terhadap project yang berjalan dan investasi yang akan dilakukan dengan melihat kondisi organisasi saat ini dan target apa yang ingin di capai saat ini.
Dari penelitian yang di lakukan (Smith, Mckeen, & Singh, 2007) teridentifikasi lima tantangan yang dihadapi oleh para peserta group fokus. Berikut adalah tantangan yang mereka hadapi:

  • Struktur perusahaan masih jauh dari apa yang diharapkan.
  • Model pendanaan enterprise-wide masih jauh dari yang diharapkan.
  • Perencanaan dan pelaksaaan anggaran masih menghadapi tantangan.
  • Pimpinan bisnis dan IT masih membutuhkan keahlian yang lebih unggul dalam menyusun strategi.
  • Mendapatkan keseimbangan yang tepat antara kepentingan strategis yang saling bertentangan.
Kesimpulan yang diberikan oleh  (Smith, Mckeen, & Singh, 2007) adalah pengembangan strategi yang efektif telah menjadi hal yang sangat penting untuk perusahaan di masa kini. Keterlibatan kunci elemen dan kritikal sukses faktor dalam pengembangan strategi tidak bisa kita hindari lagi untuk mendapatkan keseimbangan antara berbagai cara memanfaatkan IT yang berdampak baik untuk bisnis perusahaan.

Pembahasan Jurnal Kedua
Jurnal yang kedua berjudul Research on the Matching of IT Strategic Planning and Business Strategy milik (Yujie & Xindi, 2010) membahas mengenai bagaimana membangun sebuah IT strategi yang pantas dengan mendiskusikan apa itu Strategic Alignment Model dan keterkaitannya antara IT strategi dengan bisnis strategi.
Kejelasan dalam visi dan misi perusahaan, arah pembangunan TI, program perusahaan, dan tujuan dari pembangunan perusahaan sangatlah di perlukan dalam mencapai tujuan perusahaan. IT strategic plan sangatlah bergantung pada hasil penilaian TI, karena ITSP hanya mengembangkan atau menyesuaikan dengan keadaan perusahaan. Sebuah perusahaan yang suskes dalam mengembangkan ITSP akan mendapat keuntungan sebagai berikut (Yujie & Xindi, 2010):
  • Dapat mempromosikan konsistensi antara strategi bisnis, peningkatan pengendalian TI, peningkatan daya saing perusahaan, dan peningkatan di beberapa bidang usaha lainnya.
  • Perusahaan dapat mengambil keputusan dalam segera berdasarkan infomasi kinerja terkini dan masa depan dalam pengembangan usaha. Hal ini dilakukan agar terhindar dari pihak yang tidak bertanggung jawab dalam melakukan peluncuran TI secara besar – besaran demi keuntungan pribadi.
  •  ITSP dapat membantu para eksekutif dalam mencapai konsensus mengenai pembimbingan ideologi dan faktor penentu keberhasilan dalam pengembangan infomasi.
  • ITSP dapat membantu staff TI untuk mengetahui pengetahuan, keterampilan, dan kriteria teknologi apa yang dibutuhkan di masa depan.
  • ITSP dapat membantu perusahaan untuk meningkatkan kemampuan investasi TI dan pendapatanntya, serta mengurangi resiko secara efektif.
Dalam membangun IT strategi (Yujie & Xindi, 2010) menyarankan kita untuk mengenal lebih dalam mengenai bisnis strategi dan struktur organisasi dari sebuah perusahaan, karena membangun IT strategi bukan hanya sekedar isu teknikal melainkan juga isu management-oriented.

Figure 1: Strategic Alignment Model (Yujie & Xindi, 2010)

Bisnis dan IT alignment merupakan sebuah tolak ukur atas aplikasi IT, infrastruktur, dan keorganisasian perusahaan yang dapat menyokong bisnis strategi beserta prosesnya. Pada figure 1 tergambarkan model dari keselarasan antara bisnis dan IT dengan dua dimensi. Dimensi eksternal menggambarkan lingkungan bisnis, sedangkan dimensi internal menggambarkan struktur administratif. Secara keseluruhan model mendefinisikan 4 domain yang telah di harmonisasi untuk mencapai keselarasan. Setiap domain memiliki komponen tersendiri seperti scope, kompetisi, tata kelola, infrastruktur, proses, dan keterampilan (Yujie & Xindi, 2010):



Figure 2: IT Strategic Planning Model based on Business Strategy (Yujie & Xindi, 2010)

Memahami secara mendalam mengenai keterkaitan antara perencanaan IT strategi dengan business strategi sangatlah penting karena ketika keduanya saling cocok, maka ini akan menjadi pendorong bagi pengembangan usaha (Yujie & Xindi, 2010):
IT assessment and analysis. Melakukan penilaian kapabilitas terhadap kualitas servis yang di berikan kepada user. Penilaian ini mencakup:

  •  Mendapatkan perencanaan strategis bisnis, fungsi bisnis perusahaan, dan proses bisnis lainnya.
  • Menganalisa kelakuan bisnis dengan membedakan teknologi IT dengan gambaran besar atas pembangunan IT.
  • Menganalisis bisnis, membedakan teknologi IT dan lukisan tujuan besar pembangunan IT.
  •  Menganalisa kondisi sistem informasi saat ini.
  •  Memeriksa apakah bisnis tersebut cocok dengan IT.
  • Menilai infrastruktur IT saat ini.
IT planing and design. Prinsip-prinsip utama dari tahap ini adalah fasilitasi, standarisasi, modularisasi dan integrasi. Di tahap ini konstruksi framework dan governance telah selesai. IT strategi sendiri termasuk:
  • IT perspectif, yang menentukan efek IT di perusahaan.
  • Enterprise framework, yang memberikan standar untuk merancang framework aplikasi, data framework dan infrastrukturnya.
  • High end design, mengandung standarisasi, system operasi, bisnis elektronik, platform database, strategi data center dan strategi disaster recovery center.
IT implementation and design. Pada langkah ini menentukan faktor kritikal dalam keberhasilan, mendefinisikan dan memilah project secara spesifik, mengkonfirmasi waktu dan tugas untuk setiap langkah, mengestimasi biaya dan memprediksi hasilnya.
Pada penelitian ini juga (Yujie & Xindi, 2010) mengambil contoh perusahaan asuransi dalam membangun perencanaan strategi IT dengan menggunakan model diatas. Dengan linkungan yang kompetitif dan fleksibilitas servis perusahaan, maka perencanaan strategi IT nya sebagai berikut:
IT assessment and analysis. Melakukan investigasi terhadap perspektif perusahaan dengan membangun sebuah strategi yang sederhana berdasarkan setiap bisnis area dan fungsi yang ada.
IT planning and design. Membangun sembilan strategi action yang dapat membantu perusahaan. Selain itu juga membangun value chain dan perencanaa aplikasi framework dari perusahaan tersebut.



Figure 3: Nine IT Strategic action and Influence (Yujie & Xindi, 2010)

Figure 4: Value chain and Application Framework Planning (Yujie & Xindi, 2010)

IT implementation and design. Pertama, project IT strategi di bagi menjadi 5 bagian:

  • Untuk meningkatkan kapabilitas dari IT management.
  • Untuk mencapai kapabilitas yang mendukung bisnis utama.
  • Untuk mencapai IT infrastrutur yang adaptif.
  • Untuk mencapai management dan pengambil keputusan.
  • Untuk meningkatkan kapabilitas dalam costumer service.
Kedua, pengimplementasiannya dibagi kedalam empat tahap: foundation, remedy, core dan transcendence. Ketiga, budget berkisar antara 1.9 milyar sampai 2.5 milyar.

Masih banyak point yang harus di diskusikan utuk memahami kompleksitas lingkungan yang ada (Yujie & Xindi, 2010). Diantaranya:

  •  Konsistensi strategi IT dan strategi bisnis
  • Kerjasama antar departemen
  • Perencanaan strategi IT sebagai program keseluruhan
  • Membuat analisa ilmiah dari proporsi biaya investasi
  • Memilih teknologi yang cocok daripada teknologi yang canggih
  • Memulai dari fondasi untama sebuah projek
  • Menggunakan external konsultan
Kesimpulan yang diberikan oleh (Yujie & Xindi, 2010) adalah jelas bahwa perencanaa IT strategic berdasarkan strategi bisnis dapat mentukan arsitektur IT di masa depan, struktur organisasi, proses operasi, dan status dari aplikasi IT.

Kritik
Setelah mempelajari dan membahas kedua jurnal diatas, maka kritik saya terhadap jurnal tersebut adalah:

  1. Pada jurnal pertama jumlah dari peserta tidak di sebutkan. Akan lebih baik apabila jumlah yang berpartisipasi dalam diskusi di group fokus di sebutkan, agar penulis bisa mengetahui valid kah informasi yang di dapat.
  2. Apabila pada jurnal pertama banyaknya perusahaan ditambah, mungkin informasi yang didapat akan lebih baik lagi.
  3. Akan lebih baik apabila pada jurnal kedua ditambahkan metodologi penelitiannya.
  4. Apabila pada jurnal kedua ditambahkan langkah-langkah dari menerapkan perencanaan strategi IT, jurnal akan memberikan pengetahuan yang lebih lengkap kepada pembaca.
Menurut (Chasteen, 2004) dalam melakukan pengembangan IT strategic plan, ada empat proses yang harus diikuti. Yang pertama adalah Environmental Analysis, Strategy Formulation, Strategy Implementation, Evaluation and Control.

Figure 5: IT Strategic Plan Process
Secara keseluruhan saya berterima kasih dan mengapresiasi hasil penelitian dari kedua jurnal tersebut karena telah memberi banyak informasi mengenai perencanaan IT strategi.

Kesimpulan
Dengan adanya dua jurnal yang telah dibahas diharapkan kita lebih memahami pentingnya dan manfaat dari perencanaan IT strategi. Terlepas dari itu dengan mengetahui  faktor apa saja yang perlu diperhatikan, tantangan yang akan dihadapi,  dan kesempatan apa saja yang bisa ditemukan, kita dapat mengimplementasikan perencanaan yang efektif untuk perusahaan.

References

  • Chasteen, L. (2004). How engineers can manage tomorrow's technology. IEEE/UT Engineering Management Conference, 21-25.
  • Smith, H. A., Mckeen, J. D., & Singh, S. (2007). Developing Information Technology Strategy for Business Value. Journal of Information Technology Management, XVII, 49-58.
  • Yujie, N., & Xindi, W. (2010). Research on the Matching of IT Strategic Planning and Business Strategy. Computer Science and Information Technology (ICCSIT), 177-181.



Saturday, 14 February 2015

Penerapan IT Strategic Plan


Untuk memenangkan persaingan bisnis yang ketat sebuah perusahaan sangatlah memutuhkan peranan teknologi informasi dan menjadi bagian yang sangat krusial. Dengan perkembangan teknologi infomasi yang pesat saat ini, tujuan perusahaan dapat dicapai secara efektif dan efisien. Menurut (Ward & Peppard, 2002) dalam menerapkan teknologi informasi ada tiga sasaran yang harus di capai, yaitu:
  1.  Perbaikan dalam efisiensi bekerja dengan menerapkan konsep otomatisasi di segala proses yang melakukan pengelolaan terhadap informasi.
  2.  Peningkatan keefektifitasan dalam manajemen pengambilan keputusan.
  3. Perubahan cara bisnis demi meningkatkan keunggulan dalam bersaing di pasar bisnis.

Tentunya menerapkan teknologi infomasi saja tidaklah cukup, diperlukan pengembangan terhadap IT strategic plan (ITSP).  Pada umumnya ITSP dapat didefinisikan sebagai proses identifikasi dan implementasi yang akan mendukung perusahaan dalam pelaksanaa rencana bisnis dan merealisasikan tujuan bisnis (Curry & Ferguson, 2000).

Kejelasan dalam visi dan misi perusahaan, arah pembangunan TI, program perusahaan, dan tujuan dari pembangunan perusahaan sangatlah di perlukan dalam mencapai tujuan perusahaan. IT strategic plan sangatlah bergantung pada hasil penilaian TI, karena ITSP hanya mengembangkan atau menyesuaikan dengan keadaan perusahaan. Sebuah perusahaan yang suskes dalam mengembangkan ITSP akan mendapat keuntungan sebagai berikut (Yujie & Xindi, 2010):
  • Dapat mempromosikan konsistensi antara strategi bisnis, peningkatan pengendalian TI, peningkatan daya saing perusahaan, dan peningkatan di beberapa bidang usaha lainnya.
  • Perusahaan dapat mengambil keputusan dalam segera berdasarkan infomasi kinerja terkini dan masa depan dalam pengembangan usaha. Hal ini dilakukan agar terhindar dari pihak yang tidak bertanggung jawab dalam melakukan peluncuran TI secara besar – besaran demi keuntungan pribadi.
  •  ITSP dapat membantu para eksekutif dalam mencapai konsensus mengenai pembimbingan ideologi dan faktor penentu keberhasilan dalam pengembangan infomasi.
  • ITSP dapat membantu staff TI untuk mengetahui pengetahuan, keterampilan, dan kriteria teknologi apa yang dibutuhkan di masa depan.
  • ITSP dapat membantu perusahaan untuk meningkatkan kemampuan investasi TI dan pendapatanntya, serta mengurangi resiko secara efektif.

Menurut (Chasteen, 2004) dalam melakukan pengembangan IT strategic plan, ada empat proses yang harus diikuti. Yang pertama adalah Environmental Analysis. Proses ini melakukan internal analysis untuk mengindentifikasi kekuatan dan kelemahan perusahaan, dan Eksternal analysis untuk mengungkap kesempatan dan ancaman apa saja yang perusahaan dapatkan. Yang kedua adalah Strategy Formulation. Seluruh Informasi yang didapatkan dari environmental analysis dicocokan antara kekuatan yang didapatkan dengan kesempatan yang telah di indentifikasi, dan kelemahan perusahaan dengan ancaman yang ada. Hal ini dilakukan untuk mendapatkan keuntungan yang superior dan membangun strategi competitive advantage untuk mengalahkan saingan perusahaan. Yang ketiga adalah Strategy Implementation. Pada proses ini strategi yang telah dipilih akan di implementasikan secara program, budgets, dan prosedur. Proses implementasi melibatkan sumber daya perusahaan dan motivasi pekerja demi mencapai tujuan. Dan proses yang terakhir adalah Evaluation and Control. Proses implementasi harus di monitor dan dikontrol sesuai dengan kebutuhan.

Figure 1: Proses IT Strategic Plan

Dalam mengembangkan IT strategic plan kita juga harus mengetahui faktor apa saja yang sangat penting dalam menentukan keefektivitasannya. Ada lima faktor yang perlu kita perhatikan yaitu revisit your business model, adopt strategic themes, get the right people involved,work in partnership with the business, dan balancing IT investment Opportunities (Smith, Mckeen, & Singh, 2007). Berikut penjelasan secara rinci:
  • Revisit your Business Model: Pemahaman IT managers dan business managers mengenai model bisnis dan strategi bisnis harus di perjelas. Model bisnis menjelaskan bagaimana setiap bagian bisnis yang berbeda dapat menjadi sebuah kesatuan yang mempermudah semua anggota perusahaan dalam mencapai value perusahaan dengan persepsi yang sama. Apabila model bisnis telah jelas, maka strategi bisnis dapat di bangun untuk menghasilkan value perusahaan yang diinginkan.

  •  Adopt Strategy Themes: Dalam mempermudah manager melakukan pelacakan terhadap project dan strategi yang perusahaan buat, strategi TI tidaklah menjadi project perseorangan lagi melainkan berfokus pada pengembangan program kemampuan bisnis yang spesifik. Setiap program terdiri dari banyak bagian kecil yang saling berkaitan.

  • Get the Right People Involved: Dalam mendapatkan orang yang cocok dalam melakukan pengambilan keputusan dan terlibat dalam TI strategy sangatlah sulit. Maka dari itu didirikanya posisi Account Manager di TI untuk mempelajari bisnis dan memberikan usulusan terhadap pengembangan TI untuk memanfaatkan peluang bisnis secara maksimal.

  • Work in Partnership with the Business: Demi mendapatkan keputusan yang strategis dan sukses, maka diperlukan sebuah partnership dalam bidang TI dan bisnis. Dan ini tidak hanya pada tingkatan high level, melainkan juga diperlukan sampai ke tingkat individu.

  • Balancing IT Investment Opportunities: Teknologi dapat digunakan dalam berbagai cara dan secara tidak langsung dapat dikatakan memiliki kemungkinan yang tak terbatas, tetapi berbeda dengan sumber daya yang kapasitasnya terbatas. Seperti contoh dana perusahaan. Maka dari itu salah satu kunci elemen dari strategi TI adalah dengan menentukan bagaimana yang terbaik dalam mengalokasikan dana TI yang ada.


Apabila sebuah perusahaan dengan sukses melakukan pengembangan terhadap IT Strategic Plan proses, perusahaan dapat mengambil keputusan bisnis lebih mudah dengan berbagai keuntungan yang bisa di dapatkan.

References

Chasteen, L. (2004). How engineers can manage tomorrow's technology. IEEE/UT Engineering Management Conference, 21-25.
Curry, J., & Ferguson, J. (2000). Increasing the Success of the Global Information Technology Strategic Planning. Proceedings of the 33rd Hawaii International Conference on System Sciences, 1-10.
Smith, H. A., Mckeen, J. D., & Singh, S. (2007). Developing Information Technology Strategy for Business Value. Journal of Information Technology Management, XVII, 49-58.
Ward, J., & Peppard, J. (2002). Strategic Planning for Information Systems (3rd ed.). John Wiley & Sons.
Yujie, N., & Xindi, W. (2010). Research on the Matching of IT Strategic Planning and Business Strategy. Computer Science and Information Technology (ICCSIT), 177-181.






Name        : Alhamd Khalif Rama

Student ID : 1412401924



Sunday, 23 November 2014

Case study: The Backbone of Trade

Name: Alhamd Khalif Rama
Student ID: 1412401924

DHL Express cuts costs with its analytical pricing system
called INSIGHT.

by Jennifer Niemela

Logistics is a competitive, price-sensitive business. Successful organizations must work hard to collect and analyse data to ensure profitability and stay one step ahead of their competition. In its bid to become and remain the “logistics company to the world,” DHL Express built an analytical pricing system called INSIGHT that works in any market and provides the critical data needed to stay on top of the other players in the industry while saving the company at least ¤500,000 per year. Graeme Aitken, vice president of business controlling for DHL Express, provides details about the project.



What was the catalyst for INSIGHT?
Aitken: When I joined the company back in 1995 I was working on building up a costing system, which at the time was pretty cutting edge, but it was based in [Microsoft] Access. People didn't update it properly and it was very expensive. Over time it just became less and less fit for the purpose so there was a realization: we didn't really have good costing data, good profitability data. The first step was just to get numbers that we could trust so we built a huge new, somewhat revolutionary, costing system.

How did you get support for such a major undertaking?
Aitken: The business case was pretty much built on a cost saving
… You make the investment, you build the new system … it will simply be cheaper and it will be a lot more accurate.

Where did you start?
Aitken: We create many, many transactions on a daily basis. Every time we pick up a shipment, it gets a scan as it passes through our network. From A to B, the shipment can be scanned 30 times. We use all of that transactional data to allocate costs and then we can load it into our data warehouse. Then we can start the analytics. We had to close the first part of the loop before we could even get to the analytics. So we replaced a whole suite of legacy tools and applications with a global platform where we have one database for every shipment that passes through the DHL network. And we built up one single, global application, called INSIGHT.

Saturday, 23 April 2011

Final Poster 2

This is the new one.... Please comment it again :)
Thank you very much :)

Thursday, 21 April 2011

Final Poster

This is my final poster.... Please comment to correct my mistake so i can get a better mark. Thank you....